Postingan

PATUTLAH KAMI MALU SEPERTI PADA HARI INI

Gambar
  Renungan Hari Senin, 14 Maret 2022 Hari Biasa Pekan II Pra-Paskah Dan. 9:4b-10;  Luk. 6:36-38 Kerendahan hati sangat dibutuhkan dan bahkan hal itu merupakan sebuah kebajikan seorang beriman. Dengan segala kerendahan hati Nabi Daniel berdoa memohon pengampunan dari  Allah bagi bangsa Israel, bagi para rajanya, bagi para pemimpinnya, bagi para bapa dan seluruh rakyat. Nabi Daniel mengungkapkan rasa bersalah dan penuh rasa penyesalan bahwa mulai dari para raja dan para pemimpin, para bapa dan rakyat Israel telah berlaku salah, sudah menyimpang dari perintah-perintah Tuhan. Oleh sebab itu dengan rendah hati Daniel mengakui, bahwa hanya pada Tuhan sajalah yang ada kebenaran, dan mereka pun merasa malu atas cara hidup dan perbuatan mereka yang salah itu. "Ya Tuhan, Engkaulah yang benar! Patutlah kami malu seperti pada hari ini...." Nabi Daniel menyadari bahwa Tuhan yang diimani dan disembah itu adalah Tuhan yang penuh belas kasih dan pengampunan. Oleh sebab itu Daniel pun den...

RINDU UNTUK BERBAHAGIA

Gambar
  Renungan Hari Minggu Pra-Paskah II Minggu, 13 Maret 2022 Kej. 15:5-12.17-18;  Flp. 3:17-4:1;  Luk. 9:28b-36 Gereja merayakan Minggu Pra-paskah Kedua hari ini. Bacaan-bacaan suci memberikan satu pikiran dasar yang menjadi harapan bagi semua orang beriman adalah kebahagiaan. Sebab Allah tidak tega membiarkan umat manusia hidup di dalam kemelaratan dan kemiskinan, penderitaan dan kematian. Oleh sebab itu Allah berinisiatif  menawarkan sukacita kebahagiaan itu kepada manusia. Kebahagiaan manusia di dunia merupakan gambaran akan kebahagiaan kekal, kebahagiaan di akhirat. Segala pengalaman sukacita kebahagiaan surgawi sesungguhnya sudah dinikmati manusia di sini dan sekarang (hic et nunc), di tengah dunia. Namun kebahagiaan itu mesti digapai melalui sebuah perjuangan, kerja keras, disertai iman dan harapan yang kokoh. Bacaan pertama dari Kitab Kejadian mengisahkan tentang Perjanjian Allah dan Abram ( Abraham).  Kepada Abram akan diberikan keturunan yang banyak ...

LAKUKANLAH SEMUANYA ITU DENGAN SETIA

Gambar
Renungan Hari Sabtu, 12 Maret 2022 Hari Biasa Pekan I Pra-Paskah Ul. 26:16-19;  Mat. 5:43-48 Musa melanjutkan amanat dari Tuhan kepada bangsa Israel. Sebelum mereka memasuki tanah terjanji Tuhan ingin memperbaharui janji setia bangsa pilihan itu dengan diri-Nya. Mereka menjadi bangsa pilihan dan kecintaan-Nya, dan Dia menjadi Tuhan, Allah mereka. Perjanjian itu berisikan " kesetiaan" yang harus ditepati oleh bangsa Israel dengan menaati segala perintah Tuhan dan menghayatinya di dalam hidup mereka dengan baik. Dari pihak Allah, Ia menjadi Tuhan, Allah mereka dan dengan setia menyayangi mereka sebagai bangsa pilihan. "Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa seperti telah dijanjikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama, terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya."             Perjanjian Kesetiaan Allah dan Bangsa Israel Sejak dibaptis, sesungguhnya semua orang beriman sudah me...

KOYAKANLAH HATIMU DAN JANGAN PAKAIANMU

Gambar
  Renungan Hari Rabu, 02 Maret 2022 HARI  RABU  ABU (U) : PUASA DAN PANTANG Yoel 2:12-18;  2Kor. 5:20 - 6:2;  Mat. 6:1-6.16-18 Sebuah momentum refleksi tentang hidup terulang lagi. Hidup yang bermakna, hidup yang berkualitas, hidup yang memiliki tujuan akhir abadi. Pada titik inilah kita perlu bertanya, "Siapakah aku ini, sehingga Tuhan memperhatikan aku?" Pertanyaan ini sesugguhnya bertolak dari kesadaran diri yang tinggi bahwa kita ini hanya "debu tanah". Debu tanah yang menjadi bahan dasar dari mana kita diciptakan. Hal yang menunjukkan kerapuhan dan kelemahan kita. Namun dari debu tanah yang tercipta itu, Tuhan telah menghembuskan 'Ruh', nafas kehidupan ke dalamnya. Maka jadilah dia yang disebut manusia yang hidup, makhluk hidup. Oleh sebab itu pada Hari Rabu ABU seorang beriman katolik hendak merefleksikan dirinya sebagai ciptaan Tuhan yang lemah, yang sering kali jatuh di dalam dosa dan kembali membangun sikap tobat yang benar. "Kita berasal dari ...

KAMI INI TELAH MENINGGALKAN SEGALA SESUATU DAN MENGIKUTI ENGKAU

Gambar
  Renungan Hari Selasa, 01 Maret 2022 Hari Biasa Pekan VIII/Tahun C/2 1Ptr. 1:10-16;  Mrk. 10:28-31 Ada kegusaran dalam diri Simon Petrus ketika mendengar pernyataan Yesus bahwa 'lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum, daripada seorang kaya memasuki Kerajaan Surga.' Wajar saja Petrus merasa kuatir dan bisa saja berpikir dirinya akan sia-sia mengikuti Yesus kalau begitu sulit untuk meraih Kerajaan Surga yang dijanjikan itu. Kegusaran Petrus langsung dijawab oleh Yesus dengan suatu kepastian bahwa barangsiapa yang berani dan rela meninggalkan saudara-saudari, ibu, bapa, anak-anak, rumah, ladang, dan segala kekayaan duniawi, maka pada masa ini juga akan menerima seratus kali ganda barang-barang dan hal-hal yang sudah dtinggalkan itu, sekalipun harus menanggung berbagai penganiayaan. Dan pada masa yang akan datang akan diterima hidup yang kekal oleh orang yang berani melaksanakan sabda Yesus itu. Karena resiko yang besar, dan membutuhkan keberanian iman, banyak orang yang d...

BAGI TUHAN SEGALANYA MUNGKIN

 Renungan Hari Senin, 25-02-2022 Hari Biasa Pekan VIII /Tahun C/2 1Ptr. :3-9;   Mrk. 10:17-27 Perhitungan dan pertimbangan manusia pasti tidak sama dengan Tuhan. Manusia biasanya melakukan sesuatu dengan estimasi hasil tertentu, menggunakan rumusan tertentu, dan target periode waktu tertentu. Cukup matematis. Segalanya diperhitungkan dengan target tertentu yang maksimal.  Injil hari ini bercerita tentang seseorang yang sedang galau. Ia sedang bergolak dalam perasaannya antara mengikuti nasihat Yesus atau terus memperbanyak harta kekayaan duniawinya. Sebetulnya dia sudah tahu konsekuensi dari semuanya itu, namun untuk memperoleh kepastian pertimbangannya, dia coba berkonsultasi dengan Yesus. Hasilnya dia kecewa, sebab segala yang telah diperhitungkan olehnya meleset di hadapan Yesus. Bagi Yesus, tidaklah cukup hanya menuruti perintah-perintah-Nya sebagai sebuah hukum. Akan tetapi harus disertai dengan tindakan nyata untuk mengosongkan diri di hadapan Allah dan sekalig...

POHON YANG BAIK MENGHASILKAN BUAH YANG BAIK

Renungan Hari Minggu Biasa VIII, 27-02-2022 Sir. 27:4-7; 1Kor. 15:54-58; Luk. 6:39-45 Gereja merayakan hari Minggu Biasa VIII. Sabda Tuhan mengingatkan kita akan hidup kekal sebagai tujuan akhir hidup orang beriman. Sepanjang hidup kita di dunia fana ini kita mempersiapkan diri untuk memasuki hidup kekal itu. Oleh sebab itu sangat diperlukan suatu kualitas hidup di dunia ini.  Kitab Suci menggambarkan kualitas hidup itu dengan berbagai perbandingan. Kitab Putra Sirakh melukiskan kualitas hidup itu dicapai melalui sebuah proses penyaringan. Seperti tukang yang mengayak pasir, sisanya adalah sampah atau kerikil yang kasar. Periuk diuji dalam perapian. Demikian kualitas hidup seorang beriman terletak dari apa yang dikatakan dan dilakukan. Demikian pula kualitas pohon dilihat dari buahnya. Hidup orang beriman seperti itu. Buah dari pembicaraan mesti menunujkkan sebuah hasil yang memuaskan dan berdaya guna.  Kualitas hidup seperti itu menunjukkan orang hidup secara baru di dalam Ro...