PATUTLAH KAMI MALU SEPERTI PADA HARI INI

 Renungan Hari Senin, 14 Maret 2022

Hari Biasa Pekan II Pra-Paskah

Dan. 9:4b-10;  Luk. 6:36-38


Kerendahan hati sangat dibutuhkan dan bahkan hal itu merupakan sebuah kebajikan seorang beriman. Dengan segala kerendahan hati Nabi Daniel berdoa memohon pengampunan dari  Allah bagi bangsa Israel, bagi para rajanya, bagi para pemimpinnya, bagi para bapa dan seluruh rakyat. Nabi Daniel mengungkapkan rasa bersalah dan penuh rasa penyesalan bahwa mulai dari para raja dan para pemimpin, para bapa dan rakyat Israel telah berlaku salah, sudah menyimpang dari perintah-perintah Tuhan. Oleh sebab itu dengan rendah hati Daniel mengakui, bahwa hanya pada Tuhan sajalah yang ada kebenaran, dan mereka pun merasa malu atas cara hidup dan perbuatan mereka yang salah itu. "Ya Tuhan, Engkaulah yang benar! Patutlah kami malu seperti pada hari ini...."

Nabi Daniel menyadari bahwa Tuhan yang diimani dan disembah itu adalah Tuhan yang penuh belas kasih dan pengampunan. Oleh sebab itu Daniel pun dengan rendah hati berdoa memohon pengampunan itu. "Pada Tuhan, Allah kami, ada belas kasih dan pengampunan, walaupun telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami, dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya."

Belas kasih dan pengampunan dari Allah itu dipastikan ada oleh Yesus yang menjamin kehidupan baru kepada para murid-Nya. "Hendaklah kamu murah hati, sebagaimana Bapamu adalah murah hati." Sebab itu Yesus mengajak para murid-Nya untuk bersikap seperti Bapa-Nya itu dengan tidak saling menghakimi, tidak saling menghukum; agar tidak dihakimi dan tidak dihukum pula. Yesus mendesak para murid-Nya untuk membangun sikap saling mengampuni seperti Bapa surgawi yang selalu mengampuni orang yang memohon ampun kepada-Nya.  Demikian juga Yesus mengajak para murid-Nya untuk memiliki kemurahan hati kepada sesama seperti yang ditunjukkan Bapa surgawi itu. Sebab menurut Yesus segala sesuatu yang dilakukan oleh seseorang, itu merupakan ukuran, takaran, yang akan dipakai untuk yang bersangkutan juga. "Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Dalam masa pra-paskah ini kita pergunakan sebagai masa pemulihan diri dan jiwa kita, hati dan budi kita. Kita mengasah kesadaran diri dan 'tahu malu' terhadap Tuhan yang sangat mengasihi kita, namun kita telah membalasnya secara tidak tahu terima kasih. Seperti nabi Daniel berkata, "Patutlah kami malu seperti pada hari ini."

Marilah kita memohon rahmat pertobatan dan kerendahan hati dari Roh Kudus agar memampukan kita menghayati Sabda-Nya dengan baik di dalam keseharian hidup kita.


Salam dan berkat,

Pastor Paroki EKUKARDO,

P. Kris Sambu, SVD 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUDUSKANLAH HARI TUHAN

KASIH ALLAH MELAMPAUI SEGALA SESUATU

KRISTUS CAHAYA DUNIA