Postingan

RAJA BERSUSAH HATI KARENA ANAKNYA

Gambar
  Renungan Hari Selasa, 01 Ferbuari 2022 Hari Biasa Pekan IV  (Tahun Baru China: IMLEK) 2Sam.18:9-10.14b.24-25a.30-19:3;  Mrk. 5:21-43 Hati seorang bapak selalu menunjukkan Kasih yang tiada taranya. Di dalam hatinya hanya belaskasihan dan pengampunan yang ada. Tidak ada balas dendam dan sukacita karena anaknya celaka bahkan mati. Itulah yang terjadi dengan Daud, sang raja. Adalah Absalom anak kandungnya  yang dengan penuh ambisi mendurhakai ayahnya demi merebut kekuasaan untuk menjadi raja. Bagi Daud, tahta kerajaan adalah kehendak Tuhan, maka baginya tidak ada alasan untuk mempertahankannya dengan berperang atau harus berhadap-hadapan dengan anaknya secara frontal. Namun karena ambisi yang tidak terkontrol, justru Absalom menemui ajalnya dengan cara yang mengenaskan. Ia tersangkut pada dahan pohon tarbantin. Ini menjadi kesempatan emas bagi Yoab untuk membunuhnya. Yoab berpikir bahwa raja akan bersukacita karena kematian Absalom yang telah memusuhinya; sebaliknya ra...

APA URUSAN-MU DENGAN AKU, HAI YESUS, ANAK ALLAH YANG MAHATINGGI?

Gambar
  Renungan Hari Senin, 31 Januari 2022 Peringatan Santo Yohanes Bosko, Imam (P) 2Sam. 15:13-14.30;16:5-13a;  Mrk. 5:1-20 Daud mengalami tantangan dari anak kandung dan dari orang-orang di sekitarnya, yakni orang-orang dari keluarga Saul. Namun dengan hati seorang ayah serta seorang beriman, Daud berusaha menghindari serangan Absalom, anaknya, agar tidak terjadi pertikaian yang lebih hebat dan buruk. Demikian pula terhadap Abisai yang mengutuki Absalom dan berusaha untuk membalasnya, Daud minta supaya jangan diapa-apakan, bahkan supaya jangan ikut campur dalam segala urusan itu. Daud berusaha untuk melihat 'apa kehendak Tuhan' dari persitiwa ini. Apakah Tuhan sedang merancang balasan terhadapya? Apabila itu memang merupakan rancangan Tuhan,biarlah itu terjadi; akan tetapi bila bukan datang dari rencana Allah maka dirinya dan kerajaannya akan diluputkan Tuhan. Sungguh hati Daud sebagai seorang ayah dan seorang beriman.                ...

YANG PALING BESAR DI ANTARANYA IALAH KASIH

  Renungan Hari Minggu Biasa IV, 30 Januari 2022 Yer. 1:4-5.17-19;  1Kor. 12:31-13:13;  Luk. 4:21-30 Gereja merayakan hari Minggu Biasa IV hari ini. Injil suci yang ditulis oleh Santu Lukas masih melanjutkan cerita Yesus pulang kampung, lanjutan dari Minggu yang lalu. Minggu lalu Yesus berkata kepada orang-orang sekampung-Nya yang mengagumi Dia dengan sebuah afirmasi tentang diri-Nya, "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku.....", bacaan injil Minggu lalu ditutup dengan kalimat, "Pada hari ini genaplah nas tadi sewaktu kamu mendengarnya." Ayat 21 dari injil minggu lalu dikutip lagi untuk mengawali injil hari ini, " Pada hari ini genaplah nas Kitab Suci pada waktu kamu mendengarnya ." Kekaguman orang-orang sekampung itu seakan luntur terhadap Yesus ketika mereka muai mempertanyakan keahlian Yesus itu sebagai Pengajar, sebagai Pembebas, sebagai pemenuhan akan ramalan Kitab Suci, ramalan para nabi sejak dahulu kala, seperti yang kita dengar ...

AKU SUDAH BERDOSA TERHADAP TUHAN

Gambar
  Renungan Hari Sabtu, 29 Januari 2022 Pesta Santu Yosef Freinademetz, Imam (P) 2Sam.12:1-7a.10-17;  Mrk. 4:35-41 Pertobatan selalu membangkitkan belaskasihan dan pengampunan dari Tuhan. Daud setelah mendengar teguran nabi Natan, ia pun bertobat dan mengakui dirinya sudah berdosa karena telah dengan sengaja melakukan pembunuhan terencana terhadap Uria (melalui medan perang) agar dia dapat mengambil Batzyeba sebagai isterinya. Setelah mendapat teguran nabi Natan, Daud pun menyesal atas segala perbuatannya. Sebagai bentuk ungkapan kemarahan Tuhan, anak yang dilahirkan dari hasil selingkuhan itu pun mati. Daud pun bertobat dengan sungguh-sungguh dan Tuhan memberikan pengampunan terhadapnya. Berkat tetap diturunkan ke atasnya dengan di kemudian hari Tuhan memberikan seorang anak baginya dari Batzyeba, yakni Salomo, yang kemudian  menjadi raja besar Israel menggantikan Daud ayahnya. Di dalam injil dikisahkan tentang pelayaran Yesus bersama para murid-Nya di danau dan mendapat ...

BIJI SESAWI TUMBUH DAN DAPAT MENJADI SARANG BURUNG

Gambar
  Renungan Hari Jumat, 28 Januari2022 Peringatan Santo Thomas Aquino, ImPujG (P) 2Sam. 11:1-4a.5-10.13-1;  Mrk. 4:26-34 Segala sesuatu secara alamiah bertumbuh dan berkembang mulai dari yang paling kecil. Seperti biji sesawi merupakan benih sayuran yang paling kecil. Namun setelah dia bertumbuh dan berkembang, dia menjadi besar, mengeluarkan tunas dan cabang serta rimbun naungannya, sehingga burung-burung pun suka bersarang padanya. Perumpamaan biji sesawi ini dijadikan oleh Yesus sebagai ilustrasi untuk menggambarkan rahasia Kerajaan Allah. Kerajaan Allah itu bertumbuh dan berkembang seiring dengan bertumbuh dan berkembangnya iman orang-orang yang percaya kepada Allah yang diselamatkan. Orang-orang yang diselamatkan akan tinggal dan berdiam di dalam Kerajaan Allah. Setiap ada penambahan anggota Kerajaan Allah yakni bertambahnya orang-orang percaya yang diselamatkan, dengan sendirinya Kerajaan Allah itu bertumbuh dan berkembang seperti biji sesawi tadi. Demikian halnya dengan ...

CAMKANLAH APA YANG KAMU DENGAR!

Gambar
  Renungan Hari Kamis, 27 Januari 2022 Hari Biasa Pekan III/Tahu C/2 2Sam. 7:18-19.24-29;  Mrk. 4:21-25 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Camkanlah apa yang kamu dengar!" Apa yang harus dicamkan oleh para murid-Nya? Hari ini Yesus berikan wejangan khusus kepada para murid-Nya.  Pertama , tentang pelita . Bahwa pelita yang dinyalakan adalah utuk memberi terang kepada semua orang di dalam rumah atau di dalam ruangan tertentu. Oleh sebab itu tidak mungkin kalau orang menyalakan pelita lalu ditaruh di bawah gantang atau di bawah tempat tidur. Bisa-bisa bawa bencana kebakaran nanti. Fungsi pelita adalah memberi terang kepada orang dan keadaan sekitarnya.  Kedua , Yesus berbicara mengenai takaran atau ukuran . Yesus berpesan agar simaklah sungguh-sungguh tentang hal itu, sebab ukuran serupa akan dikenakan kepada siapapun. Yang menggunakan ukuran dengan jujur, kepadanya akan diberikan ukuran seperti itu; jika ada yang main curang dengan ukuran, suatu saat cara yang sam...

BERKAT KEKUATAN ALLAH IKUTLAH MENDERITA BAGI INJIL-NYA

Gambar
  Renungan Hari Rabu, 26 Januari 2022 Peringatan Santi Timotius dan Titus, Uskup (P) 2Tim. 1:1-8; atau Tit. 1:1-5;  Mrk. 4:1-20 Hari ini Gereja memperingati dua orang kudus, Timotius dan Titus. Keduanya adalah murid-murid Paulus. Paulus sebagai seorang kakak bahkan lebih sebagai seorang ayah, memberikan nasihat, doa dan dukungan kepada dua orang muda ini agar selalu berkanjang dalam doa, penuh dengan rasa syukur dalam hidup, serta berkorban demi mempertahankan iman kepada Allah yang telah diajarkannya. Paulus menyadari balhwa tidak mudah bagi mereka ketika harus berhadapan dengan tantangan dunia, ketika mengalami penolakan, penganiayaan bahkan ketika nyawanya terancam. Paulus berusaha meneguhkan dan meyakinkan mereka bahwa segala pengorbanan yang mereka berikan dengan tulus hati demi iman, Tuhan akan membalasnya dengan cara Tuhan sendiri. Oleh sebab itu mereka tidak perlu takut, tidak perlu kuatir jika segala kemungkinan terburuk terjadi atas diri mereka kelak. Paulus sendiri ...