Postingan

CARA TERBAIK MEMULIAKAN TUHAN

 Renungan Hari Kamis, 01-09-2022 Hari Biasa Pekan XXII - Tahun C/II 1Kor. 3:18-23;  Luk. 5:1-11 Paulus terus menasihati umatnya di Korintus untuk selalu bersikap rendah. Tidak ada gunanya seseorang bermegah atas kekuatan dunia dan dirinya sendiri. Sebab itu semua adalah hal yang sia-sia di hadapan Allah. Jika orang bermegah atas kehebatan dunia maka ia sesungguhnya telah melakukan suatu kebodohan di hadapan Tuhan. Hal itu tentu merugikan dirinya sendiri. Oleh sebab itu hendaknya kita selalu bersikap rendah hati dan mengosongkan diri agar karunia kebijaksanaan Allah dapat terisi memenuhi hati kita. Jika kita mengosongkan diri dan mampu menyerap segala kebijaksanaan Allah terhadap hidup kita, maka pasti kita selamat dan bahagia.  Kisah injil hari ini telah memberikan bukti bahwa Simon dan kawan kawannya tidak mampu menangkap ikan sepanjang malam, sekalipun mereka adalah para nelayan profesional. Akan tetapi karena Simon dengan rendah hati mendengarkan suruhan Yesus, maka ia...

MEMBAWA MANUSIA DUNIAWI KEPADA MANUSIA ROHANI

 Renungan Hari Rabu, 31-08-2022 Hari Biasa Pekan XXII - Tahun C/II 1Kor. 3:1-9; Luk. 4:38-44 Kecenderungan manusia adalah membentuk kelompok kelompok dalam hidup bersama. Pada dasarnya kelompok kelompok itu baik. Untuk sebuah kebersamaan, memudahkan koordinasi dalam kegiatan, memudahkan pelayanan, dan sebagainya.  Namun tidak jarang kelompok-kelompok itu disalahgunakan untuk kepentingan kepentingan pribadi atau segelintir orang saja, sehingga kelompok seakan menjadi batu loncatan bagi pihak tertentu untuk mencapai ambisinya.  Rupanya gejala kurang bagus terjadi di umat Korintus di mana mereka mengelompokkan diri sebagai golongan Paulus, ada juga dari golongan Apolos. Tentu akibat logis, kalau sudah ada golongan dan kelompok semacam ini, sering terjadi benturan-benturan dan gesekan-gesekan yang menyebabkan perselisihan, permusuhan, peperangan, ada iri hati, suka balas dendam, dan sebagainya.  Santu Paulus menasihati agar hal itu tidak boleh terjadi. Kalau masih terjad...

MANUSIA MEMBUTUHKAN ROH ILAHI

 Renungan Hari Selasa, 30-08-2022 Hari Biasa Pekan XXII  1Kor. 2:10b-16; Luk. 4:31-37 Seringkali kita menilai sesuatu yang berkualitas dengan kata "roh". Misalnya sebuah kegiatan tertentu, "apa yang menjadi rohnya?" Atau pembicaraan seseorang, akan terasa memiliki roh, spirit, semangat tertentu, ada atau tidak?  Nah, dengan demikian kita menjadi sadar bahwa "roh" itu merupakan bagian esensial dan mendasar dalam hidup manusia.  Sebagai orang beriman kita membutuhkan "Roh" yang datang dari Tuhan sendiri, Roh Kudus. Namun ketika hati manusia tertutup oleh dosa dan ketegaran hatinya sendiri, maka sulitlah dia menerima kehadiran Roh itu di dalam diri dan kehidupannya.  Santu Paulus dalam surat kepada jemaat Korintus hari ini secara jelas mengatakan bahwa kita mampu menyelami apa yang dikaruniakan Allah kepada kita, hanya melalui Roh Allah sendiri. Paulus katakan bahwa manusia duniawi tidak menerima dan mengakui Roh Allah, karena ia menganggapnya sebag...

BERKATA BENAR DAPAT MELUKAI?

 Renungan Hari Senin, 29-08-2022 PW wafatnya St Yohanes Pemandi, Mrt  Yer. 1:17-19; Mrk. 6:17-29 Keberanian untuk berkata benar ternyata mengandung resiko, juga resiko nyawa. Nabi Yeremia diutus Tuhan untuk mewartakan kebenaran dari Allah. Resiko dia dibenci dan diancam nyawanya.  Namun yang jadi kekuatan Yeremia adalah Tuhan yang mengutusnya,Tuhan pula yang melindunginya.  Keberanian serupa muncul dalam diri Yohanes Pemandi. Dia berani menegur raja Herodes yang mengambil istri saudaranya. Herodias merasa benci dan ingin balas dendam karena dipermalukan oleh Yohanes. Itulah resiko berkata benar ternyata dapat melukai hati orang-orang yang tidak bertobat.  Yesus Kristus Sang Guru kita mengalami nasib serupa. Tetapi Tuhan yang menjadi pelindung dan kekuatan iman kita tidak menyurutkan aura kemartiran seorang beriman.  Atas nama kebenaran kita dipanggil untuk bersaksi di tengah dunia ini sekalipun akan menanggung resiko yang fatal.  Apakah kita berani amb...

BERMEGAHLAH DALAM TUHAN

 Renungan Hari Sabtu, 27-08-2022 PW Sta Monika 1Kor. 1:26-31;  Mat. 25:14-30 Nasihat Santu Paulus kepada jemaat di Korintus masih berlanjut. Kemarin Santu Paulus mengatakan bahwa yang bodoh dari Allah justru lebih besar hikmatnya dari pada manuia, dan yang lemah dari Allah justru lebih kuat dari pada manusia.  Hari ini Santu Paulus dalam bacaan pertama melalui suratnya kepada umat di Korintus supaya tetaplah bersikap rendah hati. Paulus katakan bahwa ketika kita dipanggil untuk menjadi murid Tuhan, mungkin banyak orang yang meragukan keberadaan dan kemampuan diri kita. Menurut pandangan dan ukuran manusia (dunia) kita bukanlah orang yang bijak, bukan orang berpengaruh, bukan orang terpandang. Namun Allah justru telah memilih orang yang oleh dunia dianggap bodoh, lemah, tidak terpandang, dan sebagainya; semuanya itu dimaksudkan Allah untuk mengalahkan dan mempermalukan dunia dengan segala keangkuhannya. Sebab bagi orang yang rendah hati dalam segala hal Allah akan membenar...

SALIB INSPIRASI KEBIJAKSANAAN

 Renungan Hari Jumat, 26-08-2022 Hari Biasa Pekan XXI - Tahun C/II 1Kor. 1:17-25;  Mat. 25:1-13 Paus Fransiskus berpesan, "Tetaplah setia dalam iman dan Tuhan akan memberimu mahkota kehidupan." Saya boleh mengatakan secara lain dan bebas bahwa apa yang dikatakan Paus Fransiskus di atas merupakan intisari ajaran Paulus kepada jemaat Korintus tentang salib hari ini. Salib bagi pandangan dunia dengan segala arogansinya dianggap sebagai sebuah kemalangan, aib dan batu sandungan, salib sebagai sebuah kebodohan. Akan tetapi Paulus dengan penuh keyakinan iman yang teguh melihat salib sebagai suatu kekuatan Allah yang sangat dahsyat. Sederhana saja kata-kata Paulus bahwa yang dianggap sebagai kebodohan di hadapan Tuhan oleh dunia itu justru jauh melebihi segala hikmat dan kecerdikan dunia. Nah, jika demikian, maka hal yang besar dari Allah, apa yang bisa disandingkan dengan milik dunia itu?  Seorang dosen saya mata kuliah Filsafat Ketuhanan di Ledalero pernah bilang, "Lebih baik...

MENANTI WAKTU TUHAN

 Renungan Hari Kamis, 25-08-2022 Hari Biasa Pekan XXI - Tahun C/II 1Kor. 1:1-9;  Mat. 24:42-51 Injil hari ini berbicara tentang pesan Yesus kepada para murid-Nya untuk berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan. Waktu untuk Tuhan dan pernyataan kedatangan Tuhan tidak ada seorang manusiapun yang paham. Jalan terbaik cara menanti waktu Tuhan adalah dengan berjaga-jaga. Pesan Yesus jelas.  Berjaga-jaga dalam cara Tuhan bukan berjaga dalam kondisi pasif, melainkan berada dalam sebuah keaktifan yang rutin dan teratur sepanjang hidup. Itu berarti selama masa penantian tidak ada yang berleha-leha bahkan hidup dalam kelalaian seperti pesta pora dan kemabukan. Tetapi hidup dalam kesiagaan dengan melakukan perbuatan perbuatan kasih dan kebaikan, kebenaran dan keadilan, kejujuran dan kesetiaan. Inilah penantian yang aktif. Berjaga jaga dalam kesiagaan. Menanti dengan perspektif ilahi.  Santu Paulus memuji dan bersyukur atas cara hidup jemaat Korintus yang dengan setia menghayati ...