Postingan

BERTOBAT, MERENDAHKAN DIRI DAN MENJADI SEPERTI ANAK KECIL

 Renungan Hari Jumat, 01-10-2021 Pesta Sta. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, PrwPujG  Yes. 66:10-14c. Atau 1Kor. 12:31-13:13 Mat. 18:1-5 Pada hari ini Gereja merayakan pesta Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus. Injil mengajarkan kita untuk bertobat, merendahkan diri dan menjadi seperti seorang anak kecil. Mengapa demikian? Menurut Yesus, untuk memiliki Kerajaan Surga seseorang harus bertobat dari segala dosanya, ia harus bersikap rendah hati, dan meniru sikap-sikap positif seperti seorang anak kecil; yakni polos, jujur, apa adanya, tulus dan pasrah. Yesus dengan sengaja menjadikan anak kecil sebagai contoh, sebab orang dewasa sulit dipercayai, suka berkelit dan membela diri, angkuh dan senantiasa memegahkan diri sebagai yang terbaik, terhebat dan banyak berjasa bagi orang lain, pembangunan, dan berbagai cerita sukses lainnya lantaran dirinya. Yesus dengan tegas mengatakan bahwa orang dewasa yang bersikap demikian, tidak akan memperoleh bagian di dalam Kerajaan-Nya. Sebalikny...

DAMAI SEJAHTERA BAGI RUMAH INI

 Renungan Hari Kamis, 30-09-2021 PW. St. Hieronimus, ImPujG  Neh. 8:1-4a.5-6.7b-12; Luk. 10:1-12 Injil hari ini berkisah tentang pengutusan para murid Yesus untuk mewartakan kabar sukacita keselamatan kepada banyak orang. Sebelum mereka diutus, para murid dibimbing oleh Yesus untuk memperhatikan prinsip-prinsip dalam pewartaan itu. Pertama, para murid harus percaya kepada penyelengaan-Nya. Oleh sebab itu mereka tidak perlu cemas dengan segala urusan perbekalan, uang, persenjataan, bahkan pembelanya. Tuhan tetap menyertai mereka. Kedua, kesulitan dan tantangan pasti mereka hadapi dalam seluruh proses karyanya. Mereka ibarat domba yang diutus ke tengah serigala. Mereka harus kreatif mencari jalan. Cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.  Ketiga, selalu berada dalam suasana damai. Jika masuk ke sebuah rumah, sampaikan salam damai sejahtera bagi rumah itu. Damai sejahtera adalah ciri dan karakter hidup orang beriman, seorang murid Kristus. Dalam damai itu ada pengampun...

SESUNGGUHNYA ENGKAU AKAN MELIHAT LANGIT TERBUKA DAN MALAEKAT-MALAEKAT ALLAH TURUN NAIK KEPADA ANAK MANUSIA

 Renungan Hari Rabu, 29-09-2021 Pesta Para Malaekat Agung : S. Mikhael, S. Gabriel, S. Rafael  Dan. 7:9-10.13-14 / Why. 12:7-12a; Yoh. :1:47-51 Dalam dunia militer, apabila seseorang berhasil melakukan suatu pekerjaan besar (misalnya berhasil membekuk teroris), akan diberi penghargaan berupa kenaikan pangkat atau jabatan tertentu. Demikian pula bagi seorang aparat sipil negara yang berprestasi diberikan piagam penghargaan tertentu.  Hari ini Gereja merayakan pesta para Malaekat Agung, yakni Mikhael, Gabriel dan Rafael. Ketiga malaekat Tuhan ini digelari "agung" karena mereka berperan besar dalam karya penyelamatan Allah. Malaekat Mikhael dihormati karena berhasil sebagai panglima surgawi yang telah menumpas setan dan para malaekat lainnya yang melawan Allah. Malaekat Gabriel merupakan utusan Tuhan untuk membawa warta sukacita kepada manusia dan menyampaikan kabar gembira kepada Maria sebagai Bunda Yesus, Sang Sabda yang menjelma. Sedangkan Malaekat Rafael diutus oleh Tuha...

ANAK MANUSIA DATANG BUKAN UNTUK MEMBINASAKAN, MELAINKAN UNTUK MENYELAMATKANNYA

 Renungan Hari Selasa, 28-09-2021 Zak. 8:20-23; Luk. 9:51-56 Agak umum bahwa manusia cenderung memusuhi dan membinasakan orang-orang yang mengecewakannya. Rasanya ingin membalas dan membinasakannya. Hari ini kita dapat melihat juga kejadian itu ketika Yakobus dan Yohanes, murid-murid-Nya yang ingin membinasakan orang Samaria. Sebab orang Samaria tidak mau menerima Yesus untuk mampir di wilayah mereka. Yakobus dan Yohanes ingin menunjukkan diri sebagai orang orang yang setia kepada Sang Guru. Mereka ingin agar kekecewaan mereka itu dibalas setimpal biar orang Samaria pun mengalami kesengsaraan dan penderitaan. Namun Yesus tidak sepakat dengan cara berpikir mereka yang suka membalas dendam, membenci dan ingin membuat orang lain menderita. Oleh sebab itu Yesus katakan bahwa Dia datang untuk menyelamatkan orang (berdosa), bukan untuk membinasakannya. "Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya." Perilaku Yakobus dan Yohanes mungkin juga m...

MENJADI BESAR DI HADAPAN TUHAN

 Renungan Hari Senin, 27-09-2021 PW St Vincentius a Paulo, Imam  Zak. 8:1-8; Luk. 9:46-50 Adalah hal yang wajar orang berjuang dan berusaha untuk menjadi yang terbaik, menjadi orang besar, menjadi kaya, memiliki  pengaruh dan kekuatan tertentu, berprestasi di dalam hidupnya. Konsep-konsep duniawi ini akan membawa nilai positif dan keselamatan jika diselaraskan dengan konsep "orang besar" sebagaimana dikehendaki oleh Tuhan. Apa konsep "orang besar" menurut kehendak Tuhan?  Orang besar di hadapan Tuhan adalah orang yang memiliki hati untuk mengasihi dan melayani, hati yang peduli dengan sesama yang menderita, hati yang tahu menghargai dan menghormati sesama dengan segala keunikannya, hati yang berani berjuang demi keadilan, kebenaran dan kebaikan.  Di hadapan Tuhan, status sosial dan jabatan, kuasa dan kekayaan bukanlah ukuran kebesaran seseorang. Akan tetapi setiap orang yang menggunakan secara bijaksana karunia jabatan dan kuasa, kekayaan dan harta miliknya untu...

BARANGSIAPA TIDAK MELAWAN KITA, IA ADA DI PIHAK KITA

 Renungan Hari Minggu, 26-09-2021 HARI MINGGU BIASA XXVI  Bil. 11:25-29; Yak. 5:1-6;  Mrk. 9:38-43.45.47-48 Inti warta Sabda Tuhan hari Minggu ini adalah agar para anggota Gereja Kristus menjadi pribadi-pribadi yang dapat memberikan kegembiraan, sukacita, penghiburan, kekuatan, kebaikan, serta pelayanan bagi sesama di sekitar, dan secara istimewa bagi mereka yang sangat membutuhkan pertolongan kita. Terkadang hal-hal itu tidak mudah kita lakukan karena di dalam diri kita masih bercokol sikap egoisme yang kuat, pelit, serakah, dan tidak peduli dengan sesama.  Sabda Tuhan hari ini memperlihatkan kepada kita bahwa sesungguhnya kemampuan untuk berbuat baik adalah suatu gerakan Roh di dalam hati dan budi kita. Persoalannya, apakah kita cukup peka untuk menanggapi gerakan Roh tersebut? Ataukah, apakah kita cukup terbuka untuk belajar dari orang lain yang sudah berusaha menanggapi gerakan Roh tersebut? Atau bahkan kita mengkerdilkan dan mempersempit ruang gerak Roh hanya pa...

DENGARLAH DAN CAMKANLAH SEGALA PERKATAAN-KU INI: ANAK MANUSIA AKAN DISERAHKAN KE DALAM TANGAN MANUSIA

 Renungan Hari Sabtu, 25-09-2021 Zak. 2:1-5.10-11a; Luk. 9:43b-45 Seorang imam muda membagi pengalamannya ketika ia harus menghadapi kenyataan pahit yakni kematian orang yang sangat dekat dengan dirinya terutama dalam karya pastoralnya. Seorang anggota DPP yang sangat dekat dengan pastor itu meninggal dunia. Figur kebapakan dan selalu bertindak secara bijak ketika menghadapi berbagai persoalan pastoral, membuat pastor itu tidak bisa menerima kenyataan kematian yang menimpa tokoh yang dikaguminya. Misa pemakaman dan kotbah tidak bisa dipimpinnya. Untung saja ada rekan pastor lain yang hadir dan memimpin misa pemakaman tersebut. Pastor itu mengatakan, "Saya sudah sering berkotbah tentang makna kematian, hidup sesudah mati, kepasrahan dan penyerahan diri pada penyelenggaraan ilahi, memikul salib dan menderita bagi umat. Namun saat ini seperti ada tamparan hebat yang menimpa saya. Saya belum siap menerimanya." Yesus dalam injil hari ini mengulangi lagi warta penderitaan sebagai M...