SABDA TUHAN ADALAH PELITA HIDUP KITA Renungan Hari Minggu, Pekan Biasa IX, Tahun B, 02-06-2024 HARI RAYA TUBUH DAN KRISTUS Kel. 24:3-8; Ibr. 9:11-15; Mrk. 14:12-16.22-26 INILAH TUBUH-KU, INILAH DARAH-KU Hari ini Gereja sejagat merayakan Pesta Tubuh dan Darah Kristus. Betapa pentingnya Tubuh dan Darah Kristus yang kita sering sembah sujud dengan sebut Sakramen Mahakudus atau Ekaristi. Ekaristi merupakan puncak perjuangan dan perjalanan iman umat katolik, di mana kita umat beriman mengenangkan Pengorbanan Yesus yang menyerahkan Tubuh dan Darah-Nya sebagai santapan jiwa kita. Maka sering disebut sebagai puncak iman kita sebab dalam dan melalui Sakramen inilah kita mengalami dan merasakan kehadiran dan persatuan mesra dengan Tuhan. Maka di dalam perayaan ini hendaklah kita merefleksikan Kembali sejauh mana kedalaman penghayatan iman kita terhadap Ekaristi. Kita diajak untuk Kembali ke dalam hati kita masing-masing untuk mendalami kedekatan dan kesatuan...
Renungan Hari Senin, 29 Nopember 2021 Pekan Adven I - Tahun C/II Yes. 2:1-5; Mat. 8:5-11 Bait Allah menjadi simbol kehadiran Allah di tengah dunia, di tengah bangsa Israel (manusia). Nabi Yesaya menubuatkan tentang keadaan Yerusalem pada hari-hari terakhir dan mengatakan bahwa Allah akan membangun Bait-Nya yang kudus berdiri tegak menjulang tinggi di atas gunung yang melampaui gunung-gunung lain. Hal ini hendak menyatakan betapa agung dan tinggi luhurnya Tuhan di atas segala makhluk ciptaan-Nya yang lain. Dari kehadiran-Nya yang sedemikian tinggi dan agung akan menarik bangsa-bangsa berduyun-duyun datang menyembah-Nya. Dengan adanya Bait Suci di Yerusalem telah menjadikan kota ini sebagai pusat pemerintahan kerajaan, dan juga menjadi pusat peribadatan, pusat keagamaan. Ke sanalah umat Allah berziarah dan merayakan hari-hari ibadah mereka. Umat yang beribadah akan menjadi pelopor yang mewartakan tentang keadilan dan kebenaran. Keadilan dan kebenaran yang berdiri tegak ...
Renungan Hri Senin, 20 Desember 2021 Hari Biasa Pekan IV Adven Yes. 7:10-14; Luk. 1:26-38 Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan orang yang selalu mempertimbangkan segala sesuatu sebelum menerimanya. Kalkulasi untung rugi, resiko yang bisa terjadi, dan juga waktu yang harus dihabiskan untuk suatu urusan, tentu semuanya diperhitungkan. Mungkin baik. Namun, manusia itu pandai berdalih dan mencari alasan yang masuk akal dan bisa diterima dengan akal sehat. Itulah yang seringkali disebut dengan rasionalisasi. Tujuannya adlaah menghindar dari resiko untuk bersusah payah bersama dengan pihak yang menawari suatu perjanjian bersama. Raja Ahas melakukan rasionalisasi yang sama terhadap tawaran Tuhan, ketika diberi kesempatan untuk boleh meminta sesuatu dari Tuhan sebagai tanda. "Aku tidak mau meminta! Aku tidak mau mencobai Tuhan!" jawab Ahas. Akan tetapi jawaban Ahas ini bukan atas dasar sungguh-sungguh ia tidak mau mencobai Tuhan. Melainkan karena dia tidak mau menga...
Komentar
Posting Komentar