Postingan

DENGAN SUKARELA

 Renungan Hari Kamis, 10-11-2022 PW. St. Leo Agung, PausPujG. Flmn. 7-20; Luk. 17:20-25 Santu Paulus berpesan kepada muridnya, Filemon, untuk menerima kembali Onesimus ke pangkuannya bukan lagi sebagai hamba, melainkan sebagai saudara. Paulus menerima dan memperlakukan Onesimus sebagai anaknya, yang dikatakannya diperoleh semenjak dia dalam penjara. Rupa-rupanya Onesimus adalah hamba dari Filemon dan mendapat perlakuan yang tidak baik dan manusiawi. Namun ketika dia diterima oleh Paulus dan melayani Paulus dalam penjara, dia diperlakukan sebagai seorang anak dan saudara. Namun Paulus tidak egois. Dia ingin ada pertobatan dari pihak Filemon, supaya dapat berubah pola pikir dan pola tindakan terhadap Onesimus. Dia bukan lagi hamba, tetapi sebagai saudara. Untuk hal ini harus dilakukan dengan hati tulus dan ikhlas, jangan merasa terpaksa. "....supaya yang baik itu kaulakukan, bukan karena terpaksa, melainkan dengan sukarela." Jika hal baik, bersikap jujur dan tulus terhadap sesa...

DARI TEMPAT KUDUS MENGALIR AIR HIDUP

 Renungan Hari Rabu, 09-11-2022 Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran  Yeh. 47:1-2.8-9.12; Yoh. 2:13-22 Gereja merayakan pesta pemberkatan Gereja Basilika Lateran hari ini. Sebuah kenangan yang pantas dirayakan. Perayaan itu tidak hanya sekedar mengenang kembali peristiwa iman masa lalu, yakni pemberkatan Gereja Basilik Lateran. Lebih dari itu Gereja harus tampil sebagai tempat kudus dan sumber yang mengalir air kehidupan dan kekudusan itu.  Kisah nabi Yehezkiel dalam bacaan pertama patut direnungkan sebagai ajakan bagi Gereja zaman ini untuk membangun dirinya sebagai sumber rahmat, kekudusan dan air kehidupan. Dunia saat ini banyak yang kelelahan oleh situasi kegelapan yang menyebabkan dahaga iman. Dunia membutuhkan kesejukan baru, air yang menyegarkan dan menumbuhkan tanaman semangat iman yang baru.  Pembaharuan-pembaharuan itu ditegaskan oleh Yesus sendiri dalam injil yang berani mengusir para pedagang di bait Suci. Banyak pencemaran terhadap kesucian Gereja de...

KAMI INI HAMBA-HAMBA YANG TIDAK BERGUNA

 Renungan Hari Selasa, 08-11-2022 Hari Biasa Pekan XXXII - Tahun C/II Tit. 2:1-8.11-14; Luk. 17:7-10 Apapun yang dibicarakan dalam suatu wacana tidak akan sampai kepada pemahaman yang utuh jika belum disempurnakan dengan perbuatan nyata. Santu Paulus menasihati Titus untuk melakukan itu. Hidup sesuai ajaran iman dan hukum Tuhan akan menjadi kekuatan untuk menasihati sesama baik orang tua, opa oma, orang muda, maupun anak-anak. Menjadi teladan dalam hidup tidak mesti lebih senior dalam usia. Jika demikian orang muda pun bisa menjadi teladan dan penasihat bagi orang tia, anak-anak bagi orangtua, peserta didik bagi guru, umat bagi pastor, masyarakat bagi pemimpin,.... Demikian pula sebaliknya. Dengan kata lain, siapapun dapat menjadi penasihat bagi sesama melalui teladan hidupnya.  Yesus dalam injil menasihati para murid-Nya untuk melayani sesama sebagai seorang hamba.  Itulah sikap rendah hati yang mampu membuat kita melakukan segala sesuatu tanpa bersungut-sungut dan menun...

IMAN DAN PENGAMPUNAN

Renungan Hari Senin, 07 Nopember 2022 Hari Biasa Pekan XXXII - Tahun C/II Tit. 1:1-9;   Luk. 17:1-6 IMAN   DAN   PENGAMPUNAN Santu Paulus mempunyai visi pastoral yang brilian dan cemerlang. Agar segala sesuatu yang telah diperjuangkannya tidak sia-sia dan tetap terpelihara, maka ia menasihati muridnya, Titus, untuk mengangkat para penatua yang bisa melanjutkan karya misionernya itu. Ya...barangkali kita bisa sejajarkan dengan pola pastoral zaman kini, adanya Dewan Pastoral Paroki, Dewan Keuangan Paroki, Pengurus Wilayah/Stasi, Pengurus Komunitas Basis, dan sebagainya. Singkatnya, dalam sebuah institusi dibutuhkan tim kerja yang solid.   Untuk memperoleh orang-orang yang turut berkarya dalam bidang pelayanan ini, Paulus memberikan beberapa kriteria, antara lain: tidak bercacat dalam hal moral, kehidupan keluarga yang rukun, tidak beristri lebih dari satu, bukan pemabuk, dan sebagainya. Tetapi hendaknya orang-orang ini memiliki beberapa sifat yang baik hati...

IMAN AKAN ALLAH YANG HIDUP

Gambar
  Renungan Minggu Biasa XXXII, 30 Oktober 2022 2Mak. 7:1-2.9-14; 2Tes. 2:16-3:5;   Luk. 20:27-38 IMAN AKAN ALLAH YANG HIDUP Gereja merayakan hari Minggu Biasa XXXII hari ini dengan suguhan Sabda Tuhan untuk direnungkan adalah mengenai misteri KEMATIAN DAN KEBANGKITAN. Merenungkan peristiwa kematian mendesak kita untuk sungguh-sungguh mengimani rahasia karya penyelamatan Allah dalam diri Yesus Kristus. Yesus pernah menderita, wafat dan bangkit dengan jaya. Ini merupakan sebuah karya cinta kasih Allah yang mengagumkan yang sekaligus membawa harapan baru bagi setiap orang beriman. Yesus secara tegas mengatakan hal itu di depan para Saduki yang mempertanyakan hal kebangkitan orang-orang mati, bahwa Allah yang disembah oleh bangsa Israel adalah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Dia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup. Mengimani Allah orang hidup tentu membuat hidup kita bermakna, kita merasa diteguhkan sebab...

SOLIDARITAS DALAM SUKA DAN DUKA

 Renungan Hari Sabtu, 05-11-2022 Hari Sabtu Imam Fil. 4:18-19; Luk. 16:9-15 Ada pernyataan bahwa "uang bukan segala-galanya; tetapi segala-galanya membutuhkan uang". Kalau dicermati pernyataan itu hendak menasihati kita untuk secara bijaksana menggunakan materi dan uang sesuai dengan tujuan untuk menyejahterakan hidup kita.  Santu Paulus dalam bacaan pertama hari ini menasihati jemaat di Filipi untuk selalu hidup dalam sikap solidaritas satu sama lain. Paulus berterimakasih karena jemaat Filipi sudah membantu dia dalam banyak hal, begitu juga dia membantu mereka. Makanya Paulus berkata, "Aku tahu apa itu kekurangan, dan aku pun tahu apa itu kelimpahan." Selanjutnya Paulus menggarisbawahi bahwa yang paling penting bukanlah pemberian itu, melainkan buah dari pemberian itu yang menghasilkan kebaikan, cintakasih, penghiburan, solidaritas di antara mereka.  Yesus lebih jauh di dalam injil menasihati kita para pengikut-Nya untuk dengan bijaksana menggunakan barang, uang, ...

BERDIRILAH TEGUH DI DALAM TUHAN

 Renungan Hari Jumat, 04-11-2022 PW St. Karolus Boromeus, Uskup Fil. 3:17-4:1; Luk. 16:1-8 Paulus minta supaya jemaat Filipi dan para pengikut Kristus untuk hidup di dalam, menjalankan hukum dan peraturan Tuhan, hidup dalam kasih dan solidaritas persaudaraan. Namun kenyataan banyak orang yang hidup dalam suasana anti salib Kristus. Emggan berkorban bagi sesama, takut rugi bagi orang lain, tidak rela berbagi.  Yesus menggambarkan situasi orang yang ingat diri dan tidak peduli dengan sesama dengan bendahara yang cerdik, tidak jujur. Berjuang untuk dirinya sendiri dan mengabaikan sesama.  Santo Karolus Boromeus yang pestanya diperingati hari ini berusaha menghayati panggilan hidupnya dengan memperhatikan sesama, pertumbuhan iman umat dan pendidikan para calon imam.  Marilah kita memohon rahmat Roh Kudus agar memampukan kita menghayati Sabda-Nya ini dalam kehidupan kita sehari hari dengan baik.  Salam dan berkat,  Pastor Paroki EKUKARDO,  P. Kris Sambu SVD...