IMAN DAN PENGAMPUNAN

Renungan Hari Senin, 07 Nopember 2022

Hari Biasa Pekan XXXII - Tahun C/II

Tit. 1:1-9;  Luk. 17:1-6

IMAN  DAN  PENGAMPUNAN

Santu Paulus mempunyai visi pastoral yang brilian dan cemerlang. Agar segala sesuatu yang telah diperjuangkannya tidak sia-sia dan tetap terpelihara, maka ia menasihati muridnya, Titus, untuk mengangkat para penatua yang bisa melanjutkan karya misionernya itu. Ya...barangkali kita bisa sejajarkan dengan pola pastoral zaman kini, adanya Dewan Pastoral Paroki, Dewan Keuangan Paroki, Pengurus Wilayah/Stasi, Pengurus Komunitas Basis, dan sebagainya. Singkatnya, dalam sebuah institusi dibutuhkan tim kerja yang solid.

 

Untuk memperoleh orang-orang yang turut berkarya dalam bidang pelayanan ini, Paulus memberikan beberapa kriteria, antara lain: tidak bercacat dalam hal moral, kehidupan keluarga yang rukun, tidak beristri lebih dari satu, bukan pemabuk, dan sebagainya. Tetapi hendaknya orang-orang ini memiliki beberapa sifat yang baik hati, mura hati, suka akan hal yang baik, bijaksana, adil, saleh, dan sebagainya. Tujuannya jelas, supaya dengan karakter kepribadian semacam ini, para penatua itu dapat diterima oleh semua orang dan menjadi teladan bagi yang lain.

 

Yesus dalam injil hari ini memberikan peringatan kepada para murid-Nya untuk selalu berwaspada terhadap para penyesat. Para penyesat itu bisa saja datang dari orang-orang dekat: saudara sendiri, sahabat karib, anggota tim kerja, dan lain-lain. Mungkin atas salah satu alasan, mereka bisa jadi penyesat. Akan tetapi Yesus memberikan nasihat yang bagus agar berhadapan dengan orang-orang semacam ini, seperti saudara yang berbuat salah lalu meminta maaf, mereka harus diberi pengampunan. Alasan karena dia menyesal dan mau bertobat. Perbuatan mengampuni sangat melekat pada hal iman dan cintakasih. Jika kita memiliki cinta kasih maka kita dapat mengampuni saudara kita yang bersalah (penyesat). Jika kita melakukan cinta kasih ini maka sesungguhnya kita adalah orang-orang beriman. Sebab oleh perbuatan cinta kasih yang mengampuni ini, pertobatan boleh terjadi atas saudara kita. Inilah tindakan "iman yang kecil" namun dapat mencabut akar pohon dosa dalam diri saudara kita, dan memindahkannya ke laut. Saudara kita pun diselamatkan.

 

Marilah kita memohon rahmat Roh Kudus agar memampukan kita menghayati pesan Sabda-Nya ini dalam kehidupan kita sehari-hari.

 

 

Salam dan berkat,

Pastor Paroki EKUKARDO,

P. Kris Sambu, SVD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUDUSKANLAH HARI TUHAN

KASIH ALLAH MELAMPAUI SEGALA SESUATU

KRISTUS CAHAYA DUNIA