Postingan

ROTI HIDUP DAN JALAN SUNYI

    Renungan Hari Kamis, Pekan Paskah III,    18 April 2024 Kis. 8:26-40; Yoh. 6:44-51 ROTI HIDUP DAN JALAN SUNYI Yesus terus menyatakan diri-Nya sebagai Roti Hidup. Roti Hidup yang membawa kekuatan dan daya hidup bagi orang beriman untuk sampai kepada Bapa. Sebab Yesus sendiri sudah berkata bahwa tidak ada seorang pun dapat sampai kepada Bapa jika tidak melalui Dia. Oleh sebab itu orang harus percaya dan menerima kehadiran Yesus di dalam hidupnya supaya mencapai kehidupan kekal di dalam Kerajaan Allah.   Untuk bisa mengalami nikmatnya Roti Hidup itu manusia mutlak perlu melewati jalan yang sunyi. Jalan yang sunyi itu dapat mempertemukan orang beriman dengan Dia yang adalah Roti Hidup. Sebab di dalam kesunyian, seseorang dapat merasakan kehadiran Roh Allah di dalam hidupnya. Ketika manusia yang suka sibuk dengan segala macam urusan duniawi mengambil waktu untuk menciptakan kesunyian, dia dapat merasakan sentuhan kasih Allah di dalam hidupnya. Itulah yan...

ROTI HIDUP DAN KORBAN SALIB

    Renungan Hari Rabu, Pekan Paskah III,    17 April 2024 Kis. 8:1b-8; Yoh. 6:35-40 ROTI HIDUP DAN KORBAN SALIB Stefanus telah memenuhi Sabda Yesus bahwa biji gandum harus jatuh ke tanah dan mati agar menghasilkan banyak buah. Kematian Stefanus bukannya membuat para rasul ciut nyalinya, melainkan mereka lebih bersemangat untuk mewartkan kebenaran Kasih Allah yang menyelamatkan itu ke mana-mana. Itulah korban salib yang telah Yesus sabdakan dan Dia sendiri sudah menjadi buktinya. Oleh sebab itu warta Yesus sebagai Roti Hidup merupakan sebuah pengorbanan untuk dileburkan menjadi makanan jiwa semua orang percaya. Yesus bersabda, “Akulah Roti Hidup! Barangsiapa dating kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Stefanus menjadi orang pertama yang menghayati Sabda Yesus ini. Oleh sebab itu, kematian Stefanus dipahami oleh kawan-kawan seimannya sebagai bukti kesungguhan cintanya kepada Yesus, Tuhan, Juruselama...

AMPUNILAH MEREKA

    Renungan Hari Selasa, Pekan Paskah III,    16 April 2024 Kis. 7:51-8:1a; Yoh. 6:30-35 AMPUNILAH MEREKA Stefanus telah sungguh percaya akan kekuatan Roh Kudus yang menyertainya. Sehingga   tanpa gentar sedikitpun Stefanus dengan lantang mewartakan Yesus yang adalah Anak Allah, Sang Juruselamat yang telah ditolak, dianiaya dan dibunuh oleh bangsa-Nya sendiri. Atas keberaniannya itu, maka Stefanus dirajam sampai mati. Akan tetapi sebagai seorang murid Yesus, Stefanus berdoa bagi para pembunuhnya, “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka.” Inilah sikap seorang beriman sejati yakni berani mengampuni para musuhnya. Tuhan, ampunilah dosa mereka! Teladan pengampunan itu telah diajarkan Yesus selama masa hidup-Nya Bersama para murid-Nya. Maka dalam seluruh karya perutusan-Nya, Yesus selalu mengajak orang-orang yang mengikuti Dia, orang banyak dan para murid-Nya untuk bertobat dan saling mengampuni. Yesus mengidentifikasi Diri-Nya sebagai Roti Hid...

CARILAH MAHKOTA ABADI

    Renungan Hari Senin, Pekan Paskah III,    15 April 2024 Kis. 6:8-15; Yoh. 6:22-29 CARILAH MAHKOTA ABADI Orang banyak mencari Yesus. Setelah bertemu Yesus, mereka pura-pura bertanya kapan Yesus sampai di tempat itu. Akan tetapi Yesus tahu tujuan mereka mencari Yesus hanya karena mereka sudah menikmati roti yang Yesus gandakan hari kemarin. Ini motivasi terlalu sederhana dan fana bagi Yesus. Yesus hendak menghantar mereka untuk memahami pribadi Yesus sebagai Anak Allah yang mampu berbuat sesuatu yang luar biasa jika mereka percaya. Penggandaan roti sejatinya hanya sebagai contoh kecil dari kuasa Yesus, namun ada yang lebih dari itu, yakni Yesus mampu membawa mereka kepada yang abadi. Syaratnya adalah mereka harus percaya. Itulah pekerjaan yang harus dilakukan, “ Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” Para rasul dan juga Stefanus telah sungguh percaya akan Sabda Yesus itu sehingga mereka ber...

KAMULAH SAKSI-SAKSI DARI SEMUANYA INI

    Renungan Hari Minggu Paskah III,    14 April 2024 Kis. 3:13-15.17-19; 1Yoh. 2:1-5a;    Luk. 24:35-48 KAMULAH SAKSI-SAKSI DARI SEMUANYA INI Pengalaman saya pribadi dan juga sharing-sharing pengalaman dari teman-teman imam tentang “berkotbah saat misa arwah” itu gampang-gampang susah. Susahnya itu karena sudah sekian sering tema dan bacaan-bacaan yang sama selalu diulang-ulang. Lagi pula pendengarnya juga adalah umat yang sama yang selalu rajin menghadiri misa-misa arwah itu. Akan tetapi relative mudah jika pribadi (almarhum) yang didoakan dalam misa itu dikenal dengan baik latar belakang kehidupannya, karakter   pribadinya, keunggulan-keunggulan hidup yang dihayatinya, dan sebagainya. Singkat kata, pribadi tertentu ada hubungan kedekatan emosional dan dikenal secara baik. Dengan demikian cukup mudahlah gagasan-gagasan permenungan diarahkan sebagai sebuah bingkai kesaksian mengenai pribadi tersebut. Kisah injil pada hari Minggu ini menceritak...

ALLAH YANG BANGKIT ADALAH ALLAH YANG MAHARAHIM

    Renungan Hari Minggu Paskah II,    07 April 2024 (HM Kerahiman Ilahi) Kis. 4:32-35; 1Yoh. 5:1-6; Yoh. 20:19-31 ALLAH YANG BANGKIT ADALAH ALLAH YANG MAHARAHIM Kisah sedih di bukit Golgotha dalam aksi penyaliban terhadap Yesus masih membekas dan meninggalkan rasa takut yang amat dahsyat dalam diri para murid-Nya. Rasa takut semakin menjadi-jadi Ketika terjadi pemalsuan berita bahwa Yesus tidak bangkit, melainkan jenazahnya dicuri oleh para Murid-Nya. Para pemuka Yahudi berusaha mencari dan mengejar mereka untuk mendiamkan mulut mereka tidak boleh berbicara tentang Yesus itu. Akan tetapi rasa senasib dan sepenanggungan dalam kesedihan itu telah menjadi alat perekat bagi para murid untuk senantiasa berkumpul saling meneguhkan dan saling berbagi pengalaman akan perjumpaan-perjumpaan mereka dengan Yesus yang telah bangkit. Dalam situasi seperti itu justru Yesus datang dan menjumpai mereka. Yesus hendak menyatakan bahwa Diri-Nya sungguh-sungguh bangkit, termasuk k...

SALAM BAGIMU

Gambar
    Renungan Hari Senin Paskah I, 01 April 2024 Kis. 2: 14.22-32;  Mat. 28: 8-15 SALAM BAGIMU " Salam bagimu " adalah kata-kata Yesus setelah bangkit dari alam maut dan menjumpai para wanita yang sedang dalam suasana takut dan namun bersukacita besar. Takut karena kubur sudah kosong, apakah gerangan yang sudah terjadi atas Tuhan mereka? Tetapi penuh sukacita karena mereka lebih percaya bahwa Yesus sudah bangkit. Oleh sebab itu mereka bergegas untuk menceritakan semuanya itu kepada para murid yang lain. Justru dalam situasi itulah Yesus menjumpai mereka dan menyapa dengan kata-kata  "Salam bagimu'.  Yesus tahu bahwa mereka sedang ketakutan maka Yesus meneguhkan mereka agar ' Jangan takut '. Pesan perutusan Yesus terhadap para wanita itu supaya mereka sampaikan kabar sukacita itu kepada teman-teman lain,  "Jangan takut! Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku." Namu...