Postingan

TINGGAL DALAM KASIH KRISTUS

 Renungan Hari Kamis, 11 Mei 2023 Hari   Biasa   Pekan   Paskah   V         Kis. 15:7-21;   Yoh. 15:9-11 Suatu ketika seorang bapak bertemu saya di kebun seorang umat (tetangga bapak itu). Dia belum pernah bertemu saya sebelumnya. Setelah diberitahu saya adalah pastor paroki, dia langsung spontan, "Pater, saya umat katolik, dari wilayah X, KBG Y. Saya selama ini tidak pernah ke gereja, pater. Tapi pater, saya tahu bahwa Yesus lahir ke dunia  dan kita rayakan pestanya hari Natal. Saya juga tahu Yesus mati di salib dan bangkit pada hari raya Paskah."   Saya angguk-angguk mendengar kisahnya itu. Terus saya bertanya, "Kapan bapak mulai rayakan yang bapak tahu tentang Yesus yang lahir dan bangkit itu di gereja?" Jawabnya, "Saya tidak tahu kapan, tapi saya ingat peristiwa itu." Ini kisah nyata perjumpaan saya dengan salah seorang umatku yang jujur. Ada hal yang penting untuk disempurnakan dari penge...

MUTLAK BERSATU DENGAN SUMBER HIDUP

 Renungan Hari Rabu, 10 Mei 2023   Hari Biasa Pekan Paskah V              Kis. 15:1-6;  Yoh. 15:1-8 Tuhan Yesus dalam injil hari ini berpesan lebih lanjut tentang pentingnya persekutuan dan kebersatuan dengan sumber hidup. Hari-hari sebelumnya Yesus berbicara tentang persekutuan-Nya dengan Bapa surgawi sebagai sumber kehidupan dan yang telah mengutus Dia dan melakukan segala sesuatu sebagaimana dikehendaki oleh Bapa-Nya.  Hari ini Yesus lebih menekankan kita para murid-Nya untuk selalu bersatu dengan Diri-Nya dan senantiasa memelihara kesatuan itu. Sebab hanya dalam persekutuan dan kebersatuan dengan Dia sebagai pokok kehidupan saja, para murid dapat menghasilkan buah berlimpah. Para murid ibarat ranting-ranting yang bisa menghasilkan buah jika melekat bersatu dengan pokok anggur kehidupan yakni Kristus sendiri. Oleh sebab itu bagi yang tidak bersekutu dengan Tuhan, sudah selayaknya dipangkas dan dibersihkan. Dalam perspektif i...

BAWA DAMAI SEJATI

 Renungan Hari Selasa, 09 Mei 2023 Hari Biasa  Pekan Paskah   V             Kis. 14:19-28;   Yoh. 14:27-31a Adalah kerinduan semua orang untuk dalam suasana damai, rukun, penuh persaudaraan, ada tawa ria lepas tanpa rasa takut, dan sebagainya. Ini dirindukan oleh semua orang. Oleh sebab itu berbagai macam cara diusahakan agar suasana seperti itu tercipta dan dirasakan. Akan tetapi selalu ada hal yang berbeda "damai yang diciptakan manusia" dengan "damai yang dikaruniai Allah". Damai ciptaan manusia lumrahnya ditakar dari aspek material, kekayaan, uang, fasilitas; juga aspek status sosial, kekuasaan, daya pengaruh, dan semacamnya. Damai seperti ini seringkali tidak tuntas, masih ada yang dibungkus, ada kepura-puraan. Apa yang dikatakan mulut seringkali berbeda dari apa yang ada di dalam hati. Berhadapan dengan seseorang yang masih tersimpan rasa sakit hati, senyum yang diberikan sifatnya terpaksa karena di depan umum, biar ...

MANA BUKTI KASIHMU?

 Renungan Hari Senin, 08 Mei 2023   Hari  Biasa   Pekan   Paskah   V       Kis. 14:5-18;  Yoh. 14:21-26 Tuhan Yesus masih terus memperkenalkan Diri-Nya sebagai satu persekutuan dengan Bapa-Nya yang tidak terpisahkan. Aku dan Bapa adalah satu. Begitu kata Yesus. Lebih jauh Yesus meminta para pengikut-Nya untuk memahami kesatuan Diri-Nya dengan Bapa lebih pada kesetiaan dan ketaatan menjalankan kehendak Bapa-Nya. Sehingga apa saja yang diperbuat oleh Yesus adalah kehendak Bapa-Nya. Dengan setia dan taat menjalankan perintah Bapa, Yesus menunjukkan Kasih setia-Nya kepada Bapa yang telah mengutus-Nya.  Kita sebagai murid dan pengikut-Nya mesti meneladani sikap dan perbuatan yang sama seperti dilakukan Yesus. Yesus sendiri berkata bahwa jika kita setia dan taat melakukan apa yang diperintahkan oleh-Nya, maka kita akan dikasihi oleh Bapa surgawi. Dia dan Bapa akan tinggal bersama kita dan kita bersama Dia dan Bapa...

JALAN, KEBENARAN, DAN HIDUP UNTUK MELAYANI

    Renungan Hari Minggu Paskah V,  07 Mei 2023 Kis. 6:1-7; 1Ptr. 2:4-9;  Yoh. 14:1-12 JALAN, KEBENARAN, DAN HIDUP UNTUK MELAYANI   Suatu Ketika seorang Ketua Wilayah dalam sebuah paroki bercurhat kepada pastor parokinya. “Saya sudah lebih dari sepuluh tahun menjadi Ketua Wilayah Romo. Setiap kali diadakan pergantian kepengurusan, umat di wilayah itu selalu bilang, ‘Pokoknya engkau kami angkat seumur hidup sebagai Ketua Wilayah’. Saya tidak tahu, apakah sungguh mereka mendukung saya dalam pelayanan ini, ataukah mereka hanya membebaskan diri dari tugas ‘sukarela’ ini? Ketika ditawarkan kepada mereka yang lain, jawabannya selalu bilang ‘Nanti dulu. Kalau saya pensiun, akan saya terima tugas itu. Atau kalau saya sudah tidak lagi sibuk, pasti saya akan terima, ….” Lalu pastor parokinya menjawab dengan santai, “Iya itu tanda anda kerja baik, dipercayai oleh umat. Kita harus berpikir positif seperti itu. Tapi kalau kita agak negative berpikir, mungkin benar ju...

MELIHAT YESUS = MELIHAT BAPA

 Renungan Hari Sabtu, 06 Mei 2023  Hari Biasa Pekan Paskah IV               Kis. 13:44-52;   Yoh. 14:7-14 Suatu realita menbuktikan kepada kita semua. Ada seseorang lama merantau, puluhan tahun di luar kampung halamannya. Suatu ketika dia pulang kampung, ada banyak perubahan. Situasi kampungnya, kondisi bangunan, lorong-lorong jalan, dan sebagainya. Yang paling menyolok adalah banyak anak-anak dan remaja yang dia tidak kenal, sebab mereka dilahirkan ketika dia sudah di tanah rantau. Akan tetapi beberapa anak dia coba tebak siapa orangtuanya, sebab wajah mirip dengan orang-orang seusianya. Dari anak-anak itu dia masih mengenal para orangtua mereka.  Kisah hampir serupa sebagaimana disampaikan oleh Yesus. Yesus adalah wajah Bapa surgawi yang tampak kepada dunia. Segala sifat dan kualitas ke-ilahian-Nya adalah representasi kualitas ke-ilahi-an Allah Bapa. Bapa surgawi yang Mahabaik, Mahapengasih, Mahapenyayang, Mahapengampun,...

RUMAH ABADI

 Renungan Hari Jumat, 05 Mei 2023 Hari Biasa Pekan Paskah IV              Kis. 13:26-33;  Yoh. 14:1-6 Yesus memberikan ketenangan bagi para murid-Nya agar jangan gelisah sehubungan dengan rumah kediaman. Yesus pernah bilang bahwa Anak Manusia tidak tempat tinggal, tidak ada batu untuk letakkan kepala; sementara burung mempunyai sarang, serigala mempunyai liang. Kata-kata ini sungguh bisa menggelisahkan hati para murid, bagaimana kelak nasib mereka jika tidak punya tempat tinggal. Oleh sebab itu Yesus menjamin mereka bahwa tempat tinggal di rumah Bapa-Nya ada banyak. Oleh karena itu para pengikut-Nya harus percaya, ikut Dia sebab Dia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup.  Kediaman yang Yesus janjikan adalah kediaman yang abadi dan tidak pernah akan musnah. Berbeda dengan tempat kediaman yang dibangun di atas bumi, sifatnya rapuh, fana dan sementara saja dan rentan rusak. Oleh sebab itu Yesus pun berpesan agar para pengikut-Nya harus berjuang...