Postingan

HIDUPLAH DALAM DAMAI DAN KEJARLAH KEKUDUSAN

 Renungan Hari Rabu, 01-02-2023 Hari Biasa Pekan IV - Thn A/I Ibr. 12:4-7.11-15; Mrk. 6:1-6 Penulis surat Ibrani memberi pesan yang sangat kuat untuk kita sebagai orang beriman yang adalah anak-anak Allah tertebus. Hidup sebagai anak-anak seringkali banyak hal di luar dugaan menyimpang dari jalan yang benar. Maka sebagai anak pasro ditegur, dihajar, dihukum dengan tujuan untuk kebaikan, menjadi sadar dan berubah ke depannya. Allah melakukan hal serupa dengan cara Tuhan sendiri. Entahkah lewat kejadian alam, peristiwa pribadi atau keluarga,.... Maka kita perlu waktu hening untuk merenungkan dan memahami "Tuhan berkata apa" di balik semuanya itu.  Orang orang Nazareth menolak Yesus karena mereka tidak memahami pekerjaan-perkataan-Nya sebagai Anak Allah. Mereka hanya semata mata melihat Yesus sebagai manusia biasa, anak Yusuf, si tukang kayu.  Kita perlu waktu untuk berada di hadapan Allah dan memohon rahmat Roh Kudus agar mampu melihat kehadiran Tuhan di dalam diri sesama d...

PENYEMPURNA IMAN KITA

 Renungan Hari Selasa, 31-01-2023 PW. St. Yohanes Bosco, Imam Ibr. 12:1-4; Mrk. 5:21-43 Komitmen untuk mengikuti Yesus mesti terfokus. Artinya jawaban ya terhadap panggilan Yesus harus dipertahankan apapun hambatannya, tantangan dan cobaan. Mungkin tidak berkenan di mata orang lain, mungkin diremehkan, diolok dan dihina. Bahkan bisa saja ada penganiayaan dan penolakan. Semuanya itu merupakan ujian, sejauh mana kita sungguh percaya dan bertahan dalam iman kita kepada Yesus yang telah memanggil kita.  Injil Markus hari ini mengisahkan sekurang-kurangnya tiga contoh orang percaya dan beriman.  Pertama, orang banyak yang berbondong-bondong datang kepada Yesus. Mungkin belum terlalu jelas motivasi mereka. Namun setidaknya mereka ada niat untuk bertemu Yesus.  Kedua, Yairus, kepala rumah ibadat yang datang sambil tersungkur depan Yesus untuk meminta agr Yesus menyembuhkan anak perempuannya yang sedang sakit.  Ketiga, seorang perempuan yang sudah duabelas tahun sakit p...

MENGHIDUPI IMAN YANG BENAR

 Renungan Hari Sabtu, 28-01-2023 PW. St. Thomas Aquinas, ImPujG  Ibr. 11:1-2.8-19;  Mrk. 4:35-41 Ada pepatah yang mengatakan bahwa emas murni diperoleh setelah keluar dari dapur api. Ada juga yang mengatakan bahwa pengalaman menjadi guru terbaik. Masih ada banyak nasihat bijak serupa yang dapat ditimba maknanya. Demikian pula dengan IMAN. Iman tidak begitu saja tertanam kuat dalam hati nurani dan kepribadian seorang beriman. Iman itu semakin matang dan dewasa ketika seseorang mengalami berbagai pengalaman, terutama pengalaman pahit, mengecewakan, menakutkan, menggelisahkan dan bahkan pengalaman kematian orang terkasih. Penulis surat Ibrani hari ini coba mengedepankan berbagai pengalaman iman bangsa Israel sejak zaman Abraham. Itu semua menghantar mereka kepada suatu komitmen untuk tetap percaya dengan segala penyerahan diri yang total (pasrah) kepada Tuhan sebagai sumber kehidupan.  Hal serupa dialami oleh para murid Yesus. Iman dan penyerahan diri mereka muncul keti...

PERTAHANKAN MUTIARA IMAN

 Renungan Hari Jumat, 27-01-2023 Hari Biasa Pekan III - Thn A-I Ibr. 10:32-39; Mrk. 4:26-34 Tidak gampang untuk mempertahankan sesuatu yang berharga. Ada-ada saja halangan, kesulitan, masalah, tantangan, bahkan ancaman-ancaman yang bermunculan ketika orang hendak mempertahankan apa yang penting nagi dirinya.  Demikian halnya dengan iman. Iman sudah diperjuangkan dan diperoleh. Namun untuk mempertahankannya tidaklah gampang. Penulis surat Ibrani memberikan peneguhan agar para beriman janganlah kendor dan janganlah takut untuk berkorban mempertahankan imannya. Sebab iman adalah HARTA paling berharga, lebih mulia dan bernilai dari semua harta duniawi yang pernah dimiliki seseorang.  Iman yang teguh tidaklah mudah untuk "menjadi". Dia tumbuh dalam proses pematangan seperti benih sesawi yang bertumbuh perlahan sampai menjadi besar.  Marilah kita memohon rahmat Roh Kudus agar memampukan kita menghayati Sabda-Nya ini dalam kehidupan kita sehari hari dengan baik.  Salam...

JADILAH PELAYAN TUHAN YANG SETIA

 Renungan Hari Kamis, 26-01-2023 PW. St. Timotius dan Titus, Uskup  2Tim. 1:1-8 atau Tit. 1:1-5; Luk. 10:1-9 Timotius dan Titus adalah murid-murid, sahabat, teman perjalanan, bahkan disebut sebagai anaknya oleh Paulus. Hal ini dapat menjadi indikasi bahwa betapa dekatnya Paulus dengan kedua orang kudus ini. Maka pantaslah kalau Paulus begitu percaya akan seluruh rencana dan karya pastoral yang telah dirancangnya agar dapat diselesaikan dan dilanksanakan dengan baik. Terutama bagi Paulus, agar kedua anaknya ini melaksanakan segala pekerjaan itu dengan iman yang teguh, harapan yang kokoh dan cinta yang ikhlas. Jika mereka melakukan semuanya itu dengan sukacita iman maka mereka pun akan memperoleh berkat melimpah dari Tuhan sendiri. Yesus sendiri sudah mengatakan bahwa seorang pekerja patut mendapat upahnya. Upah terbesar adalah bersatu dengan Diri-Nya sebagai sumber kehidupan dan keselamatan.  Marilah kita memohon rahmat Roh Kudus agar memampukan kita menghayati Sabda-Nya i...

KITA BERJALAN DENGAN IMAN

 Renungan Hari Rabu, 25-01-2023 Pesta Bertobatnya St Paulus, Rasul Kis. 22:3-16; atau Kis. 9:1-22;          Mrk. 16:15-18 Gereja merayakan pesta pertobatan Santu Paulus, Rasul bangsa-bangsa. Gereja bersukacita seperti para kudus dan para malaekat di surga yang bergembira karena seorang berdosa bertobat. Dia kembali kepada jalan Tuhan.  Paulus yang sebelumnya bernama Saulus adalah seorang pejuang anti-Kristus dengan menangkap, memenjatakan dan membunuh orang-orang yang mengikuti jalan Tuhan. Atas restu imam-imam kepala Yahudi, Saulus secara leluasa menjalankan misinya untuk membasmi para pengikut Tuhan. Namun Tuhan mempunyai kuasa "kasih" atas Saulus (Paulus). Ia adalah orang pilihan Tuhan yang tepat untuk diutus kepada segala bangsa sebagai rasul. Perjalanan Paulus begitu dramatis dihentikan oleh Tuhan demi terlaksana rencana dan kehendak-Nya. Saulus pun bertobat, nama Paulus itulah Rasul pilihan Allah.  Kita para beriman adalah orang-orang berdos...

MENJADI MISIONARIS MELAMPAUI BATAS-BATAS KELUARGA

 Renungan Hari Selasa, 24-01-2023 PW. St. Fransiskus dari Sales, UskPujg  Ibr. 10:1-10; Mrk. 3:31-35 Yesus menyadarkan kita para beriman untuk menghayati panggilan kerasulan dan kemuridan kita berdasarkan Kerajaan Allah. Segala hubungan kekeluargaan dan relasi manusiawi mesti berlandaskan pada Kerajaan Allah dan ketaatan kepada kehendak Bapa-Nya. Yesus tidak memprovokasi kita untuk membenci keluarga, tidak peduli dengan orangtua dan sanak saudara kita. Namun semuanya itu harus berlandaskan pada Kerajaan Allah dan kita tidak lupa  untuk mengutamakan kehendak Tuhan. Sebab ketika kita setia menunaikan tugas pelayanan dan perutusan kita demi Kerajaan Allah dan kehendak Tuhan, maka dengan sendirinya sanak keluarga kita terlayani pula atas salah satu cara tertentu dan oleh orang orang yang diutus oleh Tuhan sendiri.  Marilah kita memohon rahmat Roh Kudus agar memampukan kita menghayati Sabda-Nya ini dalam kehidupan kita sehari hari dengan baik.  Salam dan berkat,...