PAHLAWAN ATAU PENGKHIANAT

 HARI MINGGU PALMA, 02-04-2023

MENGENANG SENGSARA TUHAN       Yes. 50:4-7; Fil. 2:6-11;Mat.26:14-27:66

Gereja merayakan Hari Minggu Palma, mengenangkan sengsara Yesus, Sang Raja Semesta Alam. Yesus memasuki Yerusalem sebagai Raja bukan untuk menguasainya melainkan untuk membebaskan dan menyucikan kota itu. Yesus adalah Raja dari keturunan Daud, Dia disambut dengan gegap gempita oleh seluruh rakyat karena keselamatan telah tiba. Yerusalem yang sudah lama dihuni oleh para pendosa dan penjahat, kini dibaharui, disucikan oleh sengsara, wafat dan kebangkitan-Mu. 

Yerusalem ibarat hati kita umat beriman yang masih penuh noda dosa dan kejahatan. Maka ketika kita menyambut Yesus Sang Raja, berarti kita membuka hati kita, membiarkan Sang Raja masuk dan menyucikan serta membebaskan kita dari berbagai bentuk dosa dan kejahatan. 

Kisah Sengsara Yesus berawal dari taman Getzemani sampai Kalvari menjadi drama tontonan bagi orang banyak dan juga bagi para murid yang sudah bersama Yesus kurang lebih tiga tahun. Ternyata waktu tiga tahun belum cukup untuk membentuk kepribadian seorang murid yang setia. Diwakili oleh Petrus yang temperamental, dengan kekerasa mau membela Yesus bersenjata pedang, Yesus menghentikan aksi kekerasan itu. Tidak ada orang yang berbahagia karena dia berhasil membunuh sesamanya, tetapi orang yang mengasihi dan mengampuni musuhnya adalah orang yang berbahagia. Itulah ajaran Yesus bagi para murid-Nya dan Gereja-Nya. Petrus yang nampak kuat dan berani, ternyata tidak bisa menghadapi situasi pengadilan Yesus, Sang Guru. Iapun menyangkal Yesus sampai tiga kali. 

Sejak di taman Getzemani aksi Yudas Iskariot pun sudah menarik perhatian banyak orang. Yesus sudah menyatu dengan para murid-Nya. Wajah mereka mirip, bisa bisa terjadi salah tangkap oleh para algojo. Kode "ciuman Yudas" sangat ampuh sshingga para algojo tidak salah menangkap Yesus dengan bayaran 30 keping perak. Uang membuat mata Yudas gelap dan beraksi nekat menjual gurunya. 

Penyesalan akan menghasilkan dua hal. Hal positif karena penyesalan diiringi sikap tobat dan berubah. Itulah yang terjadi dalam diri Petrus. Kelak dia menjadi rasul dan pewarta ulung. Petrus adalah PAHLAWAN. 

Hal lain yang negatif, seperti dialami Yudas Iskariot. Dia menyesal, membuang uang hasil jualannya ke bsit Allah. Tapi dia tidak bertobat. Dia malahan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Yudas menjadi PENGKHIANAT.

Bagaimana dengan kita saat ini? Menjadi pahlawan atau pengkhianat? Hanya bisa dibuktikan dalam sikap hidup nyata kita sehari hari di dalam keluarga, masyarakat, sebagai umat Allah di dalam Paroki dan di dunia umumnya. 

Marilah kita memohon rahmat Roh Kudus memampukan kita untuk memilih jalan yang tepat mengikuti Tuhan Sang Juruselamat kita. 

Selamat memasuki Pekan Suci! 

Salam dan berkat, 

Pastor Paroki EKUKARDO, 

P. Kris Sambu SVD 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUDUSKANLAH HARI TUHAN

KASIH ALLAH MELAMPAUI SEGALA SESUATU

KRISTUS CAHAYA DUNIA