KRISTUS CAHAYA DUNIA

 Renungan Hari Rabu, 11 Mei 2022

Hari Biasa Pekan IV  Paskah

Kis. 12:24-13:5;  Yoh. 12:44-50

                    Akulah  Terang  dunia

Di era tahun tujuh puluhan di kampung-kampung di Flores orang katolik berdoa rosario bergilir dari rumah ke rumah, bahkan sampai juga di pondok-pondok di kebun kalau ada umat yang tinggal di sana. Malam yang gelap, pondok kebun letak berjauhan, belum ada listrik, senter pun masih jarang yang miliki, maka obor adalah andalan untuk menerangi jalan. Biasanya mereka jalan ramai-ramai, tetapi yang pegang obor hanya satu orang. Begitu obor padam, banyak yang berteriak histeris, terutama anak-anak. Maka spontan mereka akan berusaha berpegangan tangan dengan pembawa obor. Rasanya nyaman karena percaya pemegang obor lebih mengenal jalan. 

Bagi kita orang kristiani, Yesus adalah Cahaya, Terang dan Tangan yang membimbing. Jika kita mengimani Dia dan mematuhi Sabda-Nya, maka kita berada dalam terang cahaya-Nya, dan kita diutus-Nya seperti para murid perdana untuk memberi kesaksian tentang Sang Cahaya/Terang serta mewartakan Kabar Gembira (Injil).

Pada zaman para rasul atau yang disebut Gereja Perdana sudah ada yang diutus untuk mewartakan Kabar Gembira kepada bangsa-bangsa lain. Awalnya adalah para murid yang menyingkir karena iman, sehingga mereka dikejar-kejar. Akan tetapi setelah penganiayaan, ada beberapa murid yang diutus khusus untuk menjalankan misi ilahi ini. Sebut saja Barnabas dan Saulus adalah murid-murid yang diutus khusus. "Khususkanlah Barnabas dan Saulus untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka." Untuk dapat mendengarkan suara panggilan khusus ini umat beriman harus bertekun di dalam doa dan puasa. Tuhan Yesus sendiri mengajarkan teladan ini bagi kita. Ketika masih bersama para murid-Nya, Yesus selalu menyediakan waktu untuk berdoa kepada Bapa-Nya. Misi kita sukses jika dibarengi dengan doa dan puasa, iman dan penyerahan diri pada penyelenggaraan Allah. Jadi misi kita adalah misi Kristus, sebab sama seperti Dia menjalankan misi dari Bapa yang mengutus-Nya; kini Dia mengutus kita untuk misi yang serupa.

Di dalam menjalankan misi ini kita menjadi penyalur cahaya Kristus yang telah kita terima di dalam iman, dan menjadi penuntun jalan bagi mereka yang sedang berjalan menuju Kristus itu.

Marilah kita senantiasa memohon Cahaya Roh Kudus agar memampukan kita untuk memantulkan Cahaya Kristus di tengah dunia yang diliputi kegelapan dosa dan kebutaan manusia.


Salam dan berkat,

Pastor Paroki EKUKARDO,

P. Kris Sambu, SVD

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUDUSKANLAH HARI TUHAN

KASIH ALLAH MELAMPAUI SEGALA SESUATU