TUHAN MENYERTAI AKU

 Renungan Hari Jumat, 08 April 2022

Hari Biasa Pekan V Pra-paskah 

Yer. 20:10-13; Yoh. 10:31-42

Kasak kusuk rencana busuk terhadap Yeremia sudah tercium. Yeremia semakin matang, tidak lagi mengadu kepada Tuhan atas ancaman terhadap dirinya dari para lawan. Bukan Yeremia yang masih muda dan tidak pandai berbicara. Yeremia sudah sampai pada level kematangan iman dan spiritualitas yang tahan uji. Oleh sebab itu ketika ancaman datang, para sahabat meninggalkan dia, situasi makin gawat, Yeremia berpasrah kepada Tuhan. Yeremia begitu percaya dan yakin bahwa Tuhan yang akan berperang melawan musuh-musuhnya. "Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah perkasa, sebab itu orang-orang yang mengejar aku tersandung jatuh, dan mereka tidak dapat berbuat apa apa."

Situasi kegelisahan Yeremia sesungguhnya menggambarkan situasi Jumat Agung, di mana Yesus akan mengalami kesendirian, penderitaan dan penganiayaan sampai dibunuh di atas salib. Sebagaimana Yeremia yang percaya akan penyertaan Tuhan, demikian pula Yesus tetap percaya Bapa menyertai Dia. Oleh sebab itu di dalam injil hari ini, Yesus menantang para pendengar-Nya dan kita para beriman, 'apakah kita percaya dan menerima Yesus sebagai utusan Bapa dan Putera Allah, atau kita hendak membunuh Dia dengan alasan Dia menghojat Allah?" 

Iman yang radikal sangat dituntut oleh Yesus supaya kita tidak beriman secara 'suam-suam kuku', mudah dipengaruhi dan suka plin-plan. 

Masa pra-paskah ini mengajak kita untuk berani bersikap radikal dan komit dengan iman kita kepada Tuhan dan menghayati Sabda-Nya di dalam kehidupan nyata sehari-hari dengan baik. 

Marilah kita memohon rahmat Roh Kudus agar memampukan kita melaksanakan ajaran Tuhan dengan saksama. 

Salam dan berkat, 

Pastor Paroki EKUKARDO, 

P. Kris Sambu SVD 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUDUSKANLAH HARI TUHAN

INILAH TUBUH-KU, INILAH DARAH-KU

KASIH ALLAH MELAMPAUI SEGALA SESUATU